Natal Yang Penuh Makna

  • 19 Maret 2014
  • Oleh: agama
  • Dibaca: 4164 Pengunjung
Natal Yang Penuh Makna

Oleh Pdt. Mariana Susanthi, S.Th

 

          Bulan Desember adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang.  Selain merupakan bulan terakhir dalam kalender tahunan, bulan Desember bagi sebagian orang itu berarti bulan datangnya liburan, bonus dari pekerjaan alias THR, bulan untuk berbelanja karena ada pesta diskon besar-besaran untuk bersiap-siap menikmati tahun baru dan juga perayaan.  Namun bagi umat Kristen bulan ini berarti bulan istimewa, karena di bulan ini terdapat hari Natal, hari kelahiran sang juru’slamat yaitu Yesus Kristus.  Seperti yang kita ketahui hari Natal yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember merupakan hari besar bagi umat Kristiani. 

          Perayaan Natal seringkali identik dengan kemeriahan, dengan adanya pohon natal, hiasan-hiasan natal, lampu-lampu yang berkerlap-kerlip yang mana semuanya itu menggambarkan suasana natal yang penuh keceriaan, bahkan lagu-lagu yang bernuansa Natal diperdengarkan baik di rumah-rumah orang Kristen, di toko-toko, mall, dan di gereja sehingga natal menjadi suatu hari yang sangat istimewa.

          Ketika bulan desember tiba, maka bagi umat Kristen secara khusus merupakan bulan yang sangat sibuk dengan kegiatan-kegiatan untuk menyambut hari Natal, sehingga banyak orang Kristen menjadi super sibuk: latihan ini dan itu seperti menghafal naskah drama, latihan paduan suara dan lain sebagainya. Ada juga yang mulai membuat kue-kue kering yang akan disajikan pada hari Natal ketika sanak saudara, teman-teman nantinya berkunjung kerumah-rumah untuk mengucapkan selamat hari natal.   

          Dengan adanya kemeriahan dan kesibukan seperti itu maka lama kelamaan natal hanya dijadikan sebagai suatu tradisi dan mulai melunturkan makna natal itu sendiri.  Banyak orang mulai fokus dengan hal-hal seperti itu sehingga mengurangi makna natal yang sesungguhnya.  Sebenarnya ketika kita merayakan natal tanpa memahami apa itu natal maka semuanya akan menjadi sia-sia saja, tanpa mengerti makna natal yang sesungguhnya maka semuanya tidak akan berarti.  Apa sebenarnya makna natal sehingga tidak hanya menjadi suatu perayaan tanpa makna ?.

Peristiwa natal adalah peristiwa yang sangat luar biasa yaitu Allah menyatakan Kasih-Nya kepada manusia, Allah yang Maha Suci menyatakan Kasih-Nya kepada manusia yang berdosa.  Allah mengasihi manusia bukan karena manusia itu baik, atau hebat, tetapi semuanya karena anugerah Allah bagi manusia, Firman Tuhan dalam Yohanes 3 : 16 berkata “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”. Kelahiran Yesus ke dunia adalah bukti kasih Allah bagi manusia.  Oleh karena itu Natal merupakan hadiah dari Tuhan yang paling besar dan wujud nyata Kasih Tuhan bagi manusia. Natal seharusnya dirayakan dengan mengucap syukur buat hidup yang dibri sambil melihat keadaan sekitar sambil bertindak untuk memberi warna bagi kehidupan manusia seperti Yesus yang datang memberi warna bagi kehidupan manusia. Natal mengajarkan bagaimana kita harus mengasihi orang lain. Natal mengajarkan bagaimana kita harus berbagi dengan orang lain termasuk berbagi dengan orang-orang kecil. Untuk itu natal dirayakan dengan kasih: Mengasihi sesama kita dengan memberikan perhatian kepada mereka yang memerlukan perhatian, kita mengasihi sesama karena Allah lebih dahulu mengasihi kita, Firman Tuhan dalam I Yohanes 4 : 19 berkata “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita”. Dengan dasar kasih Tuhan itulah kita mengasihi sesama kita. Kasih Tuhan itu tidak membeda-bedakan latar belakang, suku atau golongan, untuk itu kitapun mengasihi tanpa membeda-bedakan latarbelakang, suku, golongan. Kasih Tuhan itu tanpa syarat, untuk itu mari kita juga mengasihi sesama kita tanpa syarat.  Kasih yang demikianlah yang perlu kita kembangkan pada zaman ini. Perlombaan untuk kemajuan di bumi ini seringkali melupakan akan pentingnya kasih diantara manusia itu sendiri. Persaingan di semua bidang membuat jarak yang semakin jauh diantara sesama manusia. Kini dalam suasana natal ini, kita dibawa dalam perenungan yang dalam akan makna kasih Tuhan yang nyata dalam sejarah kehidupan manusia. Untuk memulihkan hubungan yang baik dengan sesama manusia

Peristiwa kelahiran Yesus adalah suatu peristiwa yang sangat sederhana. Ketika Yesus dilahirkan di Kota Betlehem, peristiwa itu sudah dinubuatkan sebelumnya (Mikha 5 : 1), Yesus lahir tanpa kemegahan dan kemewahan.  Ia lahir disebuah kandang, Ia dibaringkan didalam palungan dibungkus dengan kain lampin. Kesederhanaan kelahiran Yesus menunjukkan kerendahan hati-Nya . Begitu rendah hatiNya Yesus, sehingga Ia tidak peduli kalau lahir di tengah kesederhanaan bahkan tanpa semarak sama sekali. Itu berarti menunjukkan kepada kita bahwa dalam merayakan Natal mari kita lebih melihat kepada Yesus yang adalah pribadi yang sangat sederhana. Mari dalam merayakan Natal lebih menekankan kepada sikap kita yang rendah hati, sehingga dalam hidup bermasyarakat kita dapat saling mengormati satu dengan yang lainnya sehingga tercipta kerukunan hidup bersama. 

Natal adalah damai.  Kelahiran Yesus membawa damai bagi manusia.  Damai sejahtera dibutuhkan oleh manusia, mengapa? Karena  dosa membuat hubungan manusia dengan Allah menjadi tidak harmonis, sehingga berdampak pada pribadi manusia itu sendiri (cenderung untuk berbuat hal-hal yang melanggar ketetapan Allah).  Allah tidak menghendaki manusia hidup di dalam dosa, karena upah dosa ialah maut, berarti kematian kekal. Allah berinisiatif untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa, sehingga manusia bisa terbebas dari murka Allah. Melalui kelahiran Yesus hubungan manusia dengan Allah dipulihkan.  Natal berarti kita kembali diingatkan bahwa Yesus membawa damai bagi dunia, untuk itu marilah kita menciptakan perdamaian dengan semua orang.  Apabila semua manusia hidup dalam perdamaian, maka dunia ini akan damai dan semua umat akan hidup tentram dan bahagia.  Damai yang kita dambakan tidak terwujud begitu saja, melainkan harus diupayakan secara terus menerus dan dengan usaha keras, baik sendiri maupun bersama.  Marilah dalam merayakan natal kita menghindari perselisihan, pertengkaran, perkelahian, peperangan.  Mari kita bertindak benar dan adil untuk menegakkan keadilan dan memupuk sikap saling percaya, saling membantu untuk meningkatkan kualitas hidup bersama, sehingga hati kita dipenuhi dengan damai, cinta dan kebahagiaan.

Natal bukan hanya sebuah perayaan biasa tetapi lebih dari itu hari natal adalah hari yang istimewa dan penuh makna, karena kita diingatkan akan kasih Tuhan yang besar bagi kita, Yesus memberikan damai sejahtera bagi manusia.  Melaui Natal ini marilah kita lebih lagi menebarkan kasih kepada sesama, milikilah sikap rendah hati dan hiduplah dalam perdamian dengan semua orang.


  • 19 Maret 2014
  • Oleh: agama
  • Dibaca: 4164 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si

Apakah informasi yang disajikan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar bermanfaat?