Baca Berita

Momentum Hari Raya Sebagai Tonggak Membangun Kesadaran Diri

Oleh : gektia | 22 Mei 2017 | Dibaca : 139 Pengunjung

(Kankemenag Kota Denpasar) Dalam pelaksanaan Dharma Santi serangkaian dengan momentum Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1939, Galungan dan Kuningan, Paskah, Isra’ Miraj, Waisak, sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan yang diselenggarakan oleh jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar pada Senin (22/5) lalu di halaman Kantor Kementerian Agama Denpasar, Ka. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Dharma Santi ini, karena telah dikemas sedemikian rupa dalam balutan kerukunan suasana hari raya seluruh agama yang ada di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Ka. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak I Nyoman lastra S.Pd., M.Ag  mengungkapkan bahwa perayaan hari raya agama merupakan momentum penyadaran diri untuk membangun kembali kesadaran diri setiap umat, untuk kembali kepada fitrahnya sebagai manusia yang senantiasa bersyukur, berbuat baik, dan menjaga kerukunan serta toleransi. Bapak Lastra juga mengharapkan agar teori dan praktek agama dijalankan secara linier, dalam artian kemenangan yang terkandung dalam perayaan agama tidak boleh berhenti pada tahap ritual saja, namun harus dilanjutkan dengan pengamalan nilai-nilai dari ajaran agama itu sendiri.

Pada kesempatan ini, Ka. Kanwil berkenan memberikan pesan kepada seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar melalui nilai-nilai yang tertuang dalam percakapan antara Yudistira dan Yaksa, diantaranya adalah pesan agar senantiasa menjadi orang yang terpelajar, yakni orang yang memahami kewajiban-kewajibannya, menghindari kemunafikan atau kepura-puraan, memahami apa itu keinginan, yakni ambisi yang tiada habisnya, menghindari kesombongan, yakni merasa diri paling super dan menyakiti perasaan orang lain, menghindari kemalasan yang merupakan wujud dari ketidakmampuan untuk melaksanakan kewajiban sendiri, serta memahami arti kesedihan, yakni seseorang yang tidak mampu menasehati dirinya sendiri. Untuk itu beliau menekankan agar seluruh pegawai tidak pernah ragu untuk senantiasa berbuat baik dan bersyukur, serta selalu siap menghadapi perubahan, karena tidak ada yang kekal dalam hidup selain perubahan. (sta)


Oleh : gektia | 22 Mei 2017 | Dibaca : 139 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter