Baca Berita

Sikapi Setiap Permasalahan dengan Hati yang Bersih

Oleh : gektia | 04 Januari 2018 | Dibaca : 271 Pengunjung

“Setiap permasalahan harus disikapi dengan hati yang bersih”, demikian salah satu pengarahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si ketika membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Hindu di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar pada tanggal 4 Januari 2018. Didampingi Kasi Pendidikan Hindu, I Ketut Wartayasa, S.Ag, M.Ag, Ibu Kepala Kantor memberikan pengarahan kepada Guru-Guru dan Pengawas Agama Hindu Kemenag Kota Denpasar.

Mengawali Tahun Baru 2018, Ibu Kepala Kantor mengajak para guru untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi setiap permasalahan yang mungkin timbul di Tahun 2018. Dalam arahannya, beliau berpesan kepada para guru agar menyikapi setiap permasalahan yang muncul dengan hati yang bersih. Setiap permasalahan agar diselesaikan dengan musyawarah mufakat untuk mencari solusi terbaik sebagai titik terang permasalahan.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa dalam berinteraksi dan berkomunikasi harus tetap memperhatikan etika. Prosedur yang harus ditempuh dalam menyelesaikan setiap permasalahan sesuai dengan jenjang/hierarkinya. Jika ada permasalahan ditingkat guru maka terlebih dahulu menyampaikannya ke pengawas, selanjutnya ke koordinator pengawas (korwas), Kasi Pendidikan Hindu dan terakhir ke Kepala Kantor. Guru Agama Hindu dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Dengan aktivitasnya yang padat maka para guru akan selalu berpikir positif sehingga tidak sempat untuk berpikir yang negatif.

Sementara itu, perwakilan Guru Agama Hindu Kemenag Kota Denpasar mengapresiasi pencairan Tunjangan Kinerja (TUKIN) yang untuk pertama kalinya diberikan kepada para guru dengan tepat waktu. Hal tersebut sesuai denganPMA Nomor 29 Tahun 2016 khususnya Bab VI Pasal 10 disebutkan : (4) Tunjangan kinerja bagi dosen dan guru pns yang belum bersertifikat pendidik dibayarkan sebesar 100 % (seratus persen) dari kelas jabatannya. Sedangkan pada poin (6) Tunjangan kinerja pegawai Kementerian Agama yang diangkat sebagai pejabat fungsional tertentu dan mendapatkan tunjangan profesi, dibayarkan sebesar selisih antara tunjangan kinerja kelas jabatannya dengan tunjangan profesi pada jenjangnya.(day)


Oleh : gektia | 04 Januari 2018 | Dibaca : 271 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
Pemantauan Situasi Usai Nyepi 2015
Video
Ucapan Belasungkawa Untuk Lombok
Facebook
Twitter